Dialog antara Dosen dengan Seorang Mahasiswi


Suatu hari, seorang profesor yang mengaku dirinya Atheis berbicara dihadapan kelasnya, topik yang dia bawakan kali ini tentang keberadaan Tuhan ditinjau dari kacamata sains.

Sebagai pengantar dari mata kuliahnya dia meminta salah seorang mahasiswi yang muslim untuk berdiri. Maka terjadilah dialog antara sang profesor dengan si mahasiswi tersebut.

profesor : “Kamu seorang Muslim?”

mahasiswi : “ya Betul pak?’

profesor : “Jadi Kamu mempercayai adanya Tuhan?”

mahasiswi : “Ya tentu saja?”

Profesor : “Sains mengatakan bahwa sebagai manusia kau memiliki panca indra untukmengamati hal-hal disekitarmu, dengan panca indra kau bisa melihat, mendengar merasakan, mencium dan menyentuh segala sesuatu, sekarang katakan padaku, pernahkah kamu melihat Tuhan?”

mahasiswi: “tidak pak?”

profesor:”Pernahkah kamu mendengar Tuhanmu?”

Mahasiswi: “Tidak pak”.

Profesor: “Pernahkah kamu mencicipi, merasakan aroma Tuhan.?”dengan kata lain memiliki kemampuan indrawi untuk merasakan adanya Tuhan?”

Mahasiswi :”Tidak pak, saya belum pernah?”

Profesor :” Tapi kamu masih percaya adanya Tuhan?”

Mahasiswi :” Ya”.

Profesor : “Berdasarkan Hukum-Hukum Empiris, sains membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Lalu apa pendapatmu?”

Mahasiswi :”Tidak ada pendapat pak, saya hanya mempercayai adanya tuhan dengan keyakinan:?

Profesor :”keyakinan? hmmm….inilah yang jadi masalah dalam ilmu pengetahuan,dan tentu saja tidak bisa diterima.”

si mahasiswi terdiam sejenak, tapi kemudian matanya berbinar…

Mahasiswi: ” sekarang katakan pak, apakah anda mengajari murid-murid anda bahwa mereka berasal dari kera?”

Profesor :” Kalau bersandarkan pada proses evolusi alam, ya tentu saya mengajarkan demikian. ”

Mahasiswi :” Pernahkah anda mengamati evolusi dengan mata kepala anda sendiri?”

Profesor :”Tidak”

Mahasiswi:” Karena anda tidak pernah mengamati proses evolusi dan tak pernah membuktikan bahwa proses ini merupakan sesuatu yang sedang terjadi, berarti anda tidak sedang mengajarkan pendapat anda. Artinya, anda bukan seorang ilmuwan, melainkan seorang penceramah agama, ya kan?”

seisi kelas sudah mulai gaduh…

Mahasiswi:” Adakah seseorang dikelas ini yang pernah melihat otak pak profesor?”

kelas mulai pecah dantertawa.

Mahasiswi: Adakah seseorang dikelas ini yang pernah mendengar, merasakan, menyentuhnya mencium aromanya otaknya pak profesor? kelihatanya tidak ada, jadi berdasarkan hukum-hukum empiris, sains mengatakan bahwa anda tidak punya otak pak, Lalu bagaimana kami bisa mempercayai kuliah bapak pak?”

Ruangan menjadi sunyi, sang profesor menatap si mahasiswi dengan muka merah padam.

Profesor :”Kupikir kau harus mempercayai kuliah saya dengan keyakinan”.

Mahasiswi :”Nah begitulah pak… Tuhan itu ada, dan saya mempercayainya, karena saya memiliki keyakinan kepadanya.

disadur dari sebuah buku “sprituality in  work”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s